Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappan melaksanakan Seminar Program Kerja di Aula Kantor Desa Cipotakari sebagai langkah awal pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Cipotakari, Ketua TP PKK beserta anggota, para Kepala Dusun, Ketua BPD, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok perikanan, peternakan, dan pertanian.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa KKN memaparkan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian peserta adalah pengenalan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengelolaan limbah organik sekaligus penyedia pakan alternatif bernilai ekonomis, serta penerapan Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) yang mengintegrasikan budidaya ikan dengan tanaman (aquaponik) sebagai inovasi sederhana untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan rumah tangga. Sementara itu, Kepala Desa Cipotakari memberikan apresiasi atas program-program yang telah dirancang oleh mahasiswa KKN. Menurutnya, inovasi yang ditawarkan sejalan dengan kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
"Kami menyambut baik seluruh program kerja mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Program budidaya maggot BSF dan budidaya ikan dalam ember merupakan inovasi yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat desa. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara nyata sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat Desa Cipotakari," ungkap Kepala Desa Cipotakari.
Program tersebut diharpkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara produktif, sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pertanian, peternakan, dan perikanan yang berkelanjutan. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang berkomitmen mendukung tema KKN "Kemandirian Berbasis Agropreneur" dengan menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya jiwa kewirausahaan berbasis potensi desa, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.